Postingan

Tak berniat apa-apa

Mungkin yang kukira semua sungguhan, hanya main-main. Semua tidak ada yang serius. Tak ada proses dan tak akan pernah ada proses. Oalah hati, hatiiii Kenapa kamu begitu yakin? Ketika kamu mulai serius pun, dia berangsur pergi bukan? Kok ga peka bangettttt Di sisi lain, dia memang saudaramu. Tapi masalah hati, tak semudah itu. Tak akan ada yang serius dan tak akan ada proses. Itu sudah terlihat ketika kamu beranjak serius dia terus menjauh kan? Apa yang kamu tunggu?? Berbahagialah... Kamu berharga Kamu layak dicintai Bukan bermaksud membenci Tapi melindungi diri sendiri sebelum semua berjalan terlalu jauh.

Belajar menerima patah hati

Perihal pesan tak dibalas, mungkin ini bentuk kecil dari patah hati... Tapi ini harus dijalani... Bukankah cepat/lambat kalau dia bukan untukmu dia akan pergi juga? Kenapa saat pesan tak dibalas kamu patah hati? Kamu harus berbesar hati... Kamu sendiri yang mentargetkan dia untuk menikah 2020. Lantas, saat pesanmu tak dibalas kenapa kamu sakit hati? Mungkin saja dia sudah punya kebahagiaan lain. Bukankah kamu bahagia juga? Mencintai dalam diam masih boleh kok... Semangaaaaatttt

Patah hati ke sekian kali

Aku yang menyuruhmu menikah Mentargetkanmu menikah di tahun 2020 Aku juga yang memberimu semangat Tapi, tahukah kamu? Andaikan itu terjadi dan kamu menikah dengan yang lain mungkin aku orang yang akan patah hati. Tapi tak apa lah mas, kalau memang jalanNya sudah begitu. Aku harus ikhlas... Aku tak tahu kenapa semua ini bisa terjadi Aku pasrah atas semuanya.

Aku tak ingin membenci

Aku tak ingin membencimu... Kalaulah aku sakit hati, mungkin karena aku yang terlalu berharap. Tapi, aku tak ingin membencimu. Kamu ga salah mas Mungkin hadirmu hanya sekedar mampir Tapi aku yang salah mengartikannya Well Aku harus mengumpulkan puing² hatiku yang runtuh kembali Membangun kekuatan untuk tetap bangkit Karena ada putriku yg membutuhkan mama bahagia. Tak boleh aku terlalu larut dalam kesedihan Aku tak ingin membencimu mas Aku hanya ingin berdamai dengan hatiku, dengan hidupku Mungkin itulah alasan kadang aku mensugesti diriku untuk berhenti berharap Ya, mungkin hanya mampir ya mas Tak apa Setidaknya ini proses yang harus aku jalani Terima kasih sudah pernah menjadi tempat ternyaman untuk mencurahkan isi hatiku Terima kasih atas semua yang telah kamu beri Termasuk cinta yang sudah lama tak kumiliki Walaupun kenyataan harus berkata lain

Semaumu...

Saat kau ingin hadir, kau hadir... Memberikan semua kenyamanan yang mampu membuatku melayang. Tapi tiba-tiba kamu menghilang. Hal yang sulit buatku mas. Sebelumnya aku berusaha keras untuk tidak bergantung kepadamu. Tapi kamu rusak semua itu dengan hadirmu yang tiba-tiba. Tapi kadang saat aku butuh kamu tak ada. Bahkan tak segan kamu tak menghiraukanku. Oh hatiiii Jangan berharap lebih. Kamu bukan yang spesial buatnya. Kamu bukan siapa-siapa. Apa kamu lupa? Tak akan pernah ada proses untuk semua ini. Kenapa kamu masih berharap? Hati kuatlaaaahh Akan ada yang menerima, mencintaimu apa adanya. Semua ini hanya proses... Ayo bangkit Semangat baru Kamu berharga Kamu layak dicintai

Semua akan terjawab pada waktunya

Saat aku ingin melepasmu, kau hadir. Membuatku rindu kembali dan terus merindumu. Berkali-kali kuyakinkan pada diriku, cintamu sudah untuknya dan bukan untukku. Jangan mudah jatuh, apalagi berharap. Terlalu sakit bukan jika kenyataannya tak seperti yang kamu harapkan? Video call, lama sekali tak berjumpamu dalam VC. Semalam kita berjumpa dalam VC, meskipun aku meminta untuk mengakhirinya dulu. Karena aku berusaha berpikir logis. Meskipun wajahmu terus membayangiku. Andaikan oh andaikan... Tapi aku sadar, semua tak akan ada proses. Mungkin semua ini hanya sementara. Dan aku tak boleh terlalu berharap. Bersabarlah wahai hati, semua hanya tentang waktu. Semua akan terjawab pada waktunya...

Entahlah, aku begitu yakin denganmu

Entahlah... Aku begitu yakin denganmu... Setiap kali aku ingin pergi kamu hadir. Tapi sebaliknya, saat aku membutuhkanmu kamu tak ada. Tapi setiap kali hati ini berpasrah, atas semua ketetapanNya, berpasrah atas segala rasa yang datang tak pernahpermisi kamu selalu hadir. Yang membuatku gagal move on... Aku kok membayangkan hidup bersamamu nanti, mendidik dan mengasuh Mia, yang semoga saja mendidik dan mengasuh adiknya Mia juga nanti. Dan aku berharap kamu bisa menyayangi Mia seperti menyayangi anak kandungmu sendiri. Dan kamu bisa menjadi figur ayah yang baik untuk Mia, itu harapku padamu mas. Yang membuatku begitu meyakinimu adalah duluuu kala kamu seolah-olah menyayangi Mia, bahkan saat kita belum pernah terjerumus dalam perasaan yang begitu dalam Kamu menyayangi Mia dan memberikan perhatian kepada Mia melebihi ayahnya sendiri. Itu yang membuatku yakin Semoga saja nanti dan seterusnya begitu andaikan kita memang berjodoh. Tapi aku tak ingin menghubungimu mas, bagiku beb...