Postingan

Not important anymore

 Mengetahuimu masih mengingatnya, sakit tapi tak bisa dirasa Sesak tp juga ga bisa dirasa Bodohnya akuuuu Tak ada proses dan tak ada yang serius Sulit sekali meyakinkan itu pada hatiku Move on gaes Move on itu tempatnya di hati, bukan di mulut Apa yang kamu tunggu? Ayo bangun dari mimpimu Keraskan hatimu... Kuatkan hatimu Percuma kamu memikirkannya, sedetik pun dia tak memikirkanmu. Buang waktu dan pikiran...

Hei kamu

Hei kamu yang sudah tidak peduli lagi kehadiranku. Bahkan menginginkan kehadiranku pun juga tidak. Terima kasih sudah pernah menguatkan. Sudah pernah mengingatkanku lagi tentang rasa cinta dan mencintai setelah aku tak mengenalnya lagi. Dan aku sudah kembali mencintai lagi dan merasa butuh cinta lagi, meskipun pada akhirnya kamu tinggalkan juga. Dan akhirnya aku harus berusaha kuat lagi. Menyambung patahan hati yang sudah pernah rapuh.

Pernah Dikuatkan

Dulu saat aku mungkin berada pada level bawah, saat aku mengalami kegoncangan rumah tangga, saat aku dipaksa harus kuat melewati semua, ga boleh mengeluh. Ga boleh capek, ga boleh nangis. Dan ga percaya kekuatan cinta. Sampai aku ga butuh support orang lain. Aku hanya mensuggesti diriku untuk tetap tegar, tetap kuat menghadapi semuanya. Kamu hadir, memberikan segala rasa yang sudah lama ga aku rasakan... Sampai aku terjatuh... Aku berharap padamu, untuk mengobati segala luka di hati. Tapi setelah itu kamu perlahan menghilang. Sakitku terulang kembali. Bahkan mungkin lebih sakit. Aku masih takut membuka hati lagi  Lukaku masih menganga  Dan aku paling tidak suka didiamkan.

Pasrahkan saja tentang jodoh

Jika dia memang sayang sama kamu, dia akan memperjuangkan, bukan hanya pasrah sama keadaan. Tapi tetap ingat, apa yang kita inginkan belum tentu yang terbaik menurutNya. Mungkin inginku begini, tapi mungkin itu bukan yang terbaik untukku menurut Allah. Berpasrahlah saja. Terus memperbaiki diri. Bukankah Allah pencipta skenario terbaik?

Kamu yg lebih tau

Kamu yg lebih tau mas... Semoga semua keputusan yg km ambil adalah yg terbaik. Semoga km mendapatkan jodoh terbaik dan bahagia selamanya. Aamiin Awalnya kamu hadir aku tak meminta Dan kamu membuatku terjatuh setelah sekian lama aku bangun kekuatan untuk diri sendiri Tapi saat aku terjatuh, kamu tak berusaha menangkapnya. Mungkin aku yg kurang hati² sehingga bisa terjatuh. Apapun itu, aku hanya berpasrah Semua ini bukan kebetulan saja Pasti ada hikmah di balik semuanya. Mungkin apa yg kuinginkan bukan yg terbaik menurutNya. Semoga aku diberi ketenangan agar bisa ikhlas dg segala ketetapanNya. Aamiin

Semua karenaMu

Semua rasa ini karenaMu ya Allah... Semua keakraban ini juga karenaMu. Mimpi itu hadir juga karenaMu ya Allah. Semua rasa nyaman itu juga karenaMu. Ingin hambaMu ini keakraban ini terus berlanjut ya Allah Dan jika dia memang benar untuk hamba, dekatkanlah kami dengan caraMu ya Allah Satukan kami dengan ridhoMu Namun, jika yang kuingin bukan inginMu maka berilah ketenangan pada hati hamba agar ikhlas menerima semua ketetapanMu. Berilah hamba ketenangan hati ya Allah. Tunjukkan hamba pada jalan yang lurus. Aamiin

Jangan GR

Kalau dia menghubungimu duluan, jangan GR dulu... Bisa jadi dia hanya say hello aja... Belum tentu ada maksud lain. Jangan terlalu senang dulu. Bisa jadi dia hanya biasa-biasa aja. Ingat! Tak ada yang serius, tak ada proses dan tak akan pernah ada proses. Jangan pakai hati dulu ya... Nanti sakit hati sendiri. Semangat! Kuatkan hatimu! Yakinkan bahwa kamu bisa. Bukan bermaksud membenci, tp untuk melindungi diri saja. Jika pada akhirnya dia bukan jodohmu, atau tidak ada niat untuk serius denganmu biar kamu tidak terlalu berharap. Semangat! Bukan untuk membenci kok, untuk melindungi diri saja. Ingat! Tak ada yang serius. Tak ada proses dan tak akan ada proses.

Tak berniat apa-apa

Mungkin yang kukira semua sungguhan, hanya main-main. Semua tidak ada yang serius. Tak ada proses dan tak akan pernah ada proses. Oalah hati, hatiiii Kenapa kamu begitu yakin? Ketika kamu mulai serius pun, dia berangsur pergi bukan? Kok ga peka bangettttt Di sisi lain, dia memang saudaramu. Tapi masalah hati, tak semudah itu. Tak akan ada yang serius dan tak akan ada proses. Itu sudah terlihat ketika kamu beranjak serius dia terus menjauh kan? Apa yang kamu tunggu?? Berbahagialah... Kamu berharga Kamu layak dicintai Bukan bermaksud membenci Tapi melindungi diri sendiri sebelum semua berjalan terlalu jauh.

Belajar menerima patah hati

Perihal pesan tak dibalas, mungkin ini bentuk kecil dari patah hati... Tapi ini harus dijalani... Bukankah cepat/lambat kalau dia bukan untukmu dia akan pergi juga? Kenapa saat pesan tak dibalas kamu patah hati? Kamu harus berbesar hati... Kamu sendiri yang mentargetkan dia untuk menikah 2020. Lantas, saat pesanmu tak dibalas kenapa kamu sakit hati? Mungkin saja dia sudah punya kebahagiaan lain. Bukankah kamu bahagia juga? Mencintai dalam diam masih boleh kok... Semangaaaaatttt

Patah hati ke sekian kali

Aku yang menyuruhmu menikah Mentargetkanmu menikah di tahun 2020 Aku juga yang memberimu semangat Tapi, tahukah kamu? Andaikan itu terjadi dan kamu menikah dengan yang lain mungkin aku orang yang akan patah hati. Tapi tak apa lah mas, kalau memang jalanNya sudah begitu. Aku harus ikhlas... Aku tak tahu kenapa semua ini bisa terjadi Aku pasrah atas semuanya.

Aku tak ingin membenci

Aku tak ingin membencimu... Kalaulah aku sakit hati, mungkin karena aku yang terlalu berharap. Tapi, aku tak ingin membencimu. Kamu ga salah mas Mungkin hadirmu hanya sekedar mampir Tapi aku yang salah mengartikannya Well Aku harus mengumpulkan puing² hatiku yang runtuh kembali Membangun kekuatan untuk tetap bangkit Karena ada putriku yg membutuhkan mama bahagia. Tak boleh aku terlalu larut dalam kesedihan Aku tak ingin membencimu mas Aku hanya ingin berdamai dengan hatiku, dengan hidupku Mungkin itulah alasan kadang aku mensugesti diriku untuk berhenti berharap Ya, mungkin hanya mampir ya mas Tak apa Setidaknya ini proses yang harus aku jalani Terima kasih sudah pernah menjadi tempat ternyaman untuk mencurahkan isi hatiku Terima kasih atas semua yang telah kamu beri Termasuk cinta yang sudah lama tak kumiliki Walaupun kenyataan harus berkata lain

Semaumu...

Saat kau ingin hadir, kau hadir... Memberikan semua kenyamanan yang mampu membuatku melayang. Tapi tiba-tiba kamu menghilang. Hal yang sulit buatku mas. Sebelumnya aku berusaha keras untuk tidak bergantung kepadamu. Tapi kamu rusak semua itu dengan hadirmu yang tiba-tiba. Tapi kadang saat aku butuh kamu tak ada. Bahkan tak segan kamu tak menghiraukanku. Oh hatiiii Jangan berharap lebih. Kamu bukan yang spesial buatnya. Kamu bukan siapa-siapa. Apa kamu lupa? Tak akan pernah ada proses untuk semua ini. Kenapa kamu masih berharap? Hati kuatlaaaahh Akan ada yang menerima, mencintaimu apa adanya. Semua ini hanya proses... Ayo bangkit Semangat baru Kamu berharga Kamu layak dicintai

Semua akan terjawab pada waktunya

Saat aku ingin melepasmu, kau hadir. Membuatku rindu kembali dan terus merindumu. Berkali-kali kuyakinkan pada diriku, cintamu sudah untuknya dan bukan untukku. Jangan mudah jatuh, apalagi berharap. Terlalu sakit bukan jika kenyataannya tak seperti yang kamu harapkan? Video call, lama sekali tak berjumpamu dalam VC. Semalam kita berjumpa dalam VC, meskipun aku meminta untuk mengakhirinya dulu. Karena aku berusaha berpikir logis. Meskipun wajahmu terus membayangiku. Andaikan oh andaikan... Tapi aku sadar, semua tak akan ada proses. Mungkin semua ini hanya sementara. Dan aku tak boleh terlalu berharap. Bersabarlah wahai hati, semua hanya tentang waktu. Semua akan terjawab pada waktunya...

Entahlah, aku begitu yakin denganmu

Entahlah... Aku begitu yakin denganmu... Setiap kali aku ingin pergi kamu hadir. Tapi sebaliknya, saat aku membutuhkanmu kamu tak ada. Tapi setiap kali hati ini berpasrah, atas semua ketetapanNya, berpasrah atas segala rasa yang datang tak pernahpermisi kamu selalu hadir. Yang membuatku gagal move on... Aku kok membayangkan hidup bersamamu nanti, mendidik dan mengasuh Mia, yang semoga saja mendidik dan mengasuh adiknya Mia juga nanti. Dan aku berharap kamu bisa menyayangi Mia seperti menyayangi anak kandungmu sendiri. Dan kamu bisa menjadi figur ayah yang baik untuk Mia, itu harapku padamu mas. Yang membuatku begitu meyakinimu adalah duluuu kala kamu seolah-olah menyayangi Mia, bahkan saat kita belum pernah terjerumus dalam perasaan yang begitu dalam Kamu menyayangi Mia dan memberikan perhatian kepada Mia melebihi ayahnya sendiri. Itu yang membuatku yakin Semoga saja nanti dan seterusnya begitu andaikan kita memang berjodoh. Tapi aku tak ingin menghubungimu mas, bagiku beb...

Kamu berharga, kamu layak dicintai...

Jangan memaksakan kehendak. Allah tau yang terbaik untukmu. Bisa jadi itu sangat menyakitkan, tapi itu baik buatmu. Bisa jadi itu sangat menyenangkan, tapi justru itu yang menyesatkan. Berpasrahlah kepada Allah. Allah Maha Besar dan Allah maha tau atas makhlukNya. Kamu boleh mencintai orang lain, tapi pastika dulu dia juga mencintaimu. Jangan terlalu berharap jika kamu sudah tidak diharapkan. Mungkin dulu dia yang begini begitu sehingga kamu merasa nyaman dan terjatuh. Tapi sadarlah, semua telah berbeda. Dia sudah tidak menginginkanmu lagi. Kamu berharga, kamu layak dicintai. Jangan mengorbankan hatimu untuk orang yang tidak mencintaimu. Kamu istimewa. Waktunya move on dan membuka lembaran baru. Tinggalkan semua yang sudah berlalu. Kesalahanmu adalah kamu tak pernah mencoba membuka lembaran baru dan kamu masih mengharapkannya. Ya, dia yang sudah tidak berminat lagi untuk meneruskan hubungan ini. Buat apa? Wasting time darling... Kamu istimewa. Akan ada orang yang ba...

Tak ada proses

Tak ada proses Ya, itu yang kamu katakan mas... Semua rasa ini tak perlu dipelihara... Karena kamu bilang tak akan ada proses, yang berarti tak akan ada kelanjutan. Mungkin ini mudah bagimu mas, tapi bagiku ini tak mudah. Aku yang pernah terluka. Terluka karena gagal berrumah tangga. Kamu hadir saat aku tak menginginkanmu hadir. Tapi kamu memberikan segala kenyamanan yang membuat hatiku luluh. Membuatku serasa punya tempat bersandar yang selama ini aku tak punya. Dan aku luluh mas... Aku pun jatuh dalam ketergantungan kehadiranmu. Tapi saat aku siap menerima semuanya, kamu tak seperti dulu. Entahlah... Mungkin aku yang terlalu mudah terjatuh. Bahkan saat ada yang bilang, tak ada yang serius. Well, aku salah menilai... Bukan salahmu, tapi salahku terlalu cepat jatuh... Terlebih lagi, saat kamu bilang tak ada proses. Rasanya aku harus menyembuhkan lukaku lagi...

Tentangmu...

Tentangmu terlalu indah untuk kuceritakan... Aku tak tahu kenapa semua ini bisa terjadi. Aku terlanjur nyaman denganmu mas. Semua berawal dari chat pada suatu malam itu, 20 April 2019. Entah kenapa, kamu membuatku terjatuh setelah sekian lama aku merasa berjuang sendiri. Dan kamu datang seolah olah mengobati semua lukaku. Aku tahu hubungan ini tidak mudah mas. Aku dan kamu yang masih saudara. Dalam hukum islam, kita sunnah untuk menikah. Tapi dalam budaya Jawa, yang ini tidak umum terjadi di masyarakat. Kita bukan orang lain. Orangtuaku sangat akrab dengan orangtuamu. Aku tak tahu alasanmu menjadi diam kenapa. Apakah kamu tahu ini semua akan rumit? Jika kita menuruti perasaan kita, mungkin akan banyak yang menentang kita. Tapi untuk mengesampingkan perasaan ini, terlalu berat buatku mas. Namamu selalu kusebut dalam doaku, yang entah akan bermuara kemana kisah ini. Akupun tak tahu. Aku pasrahkan semua kepadaMu yaa Rabb. Jika perasaan ini salah, mohon kembalikan kepada...

Keluarga istimewa

Aku tak pernah membayangkan akan melalui lika-liku hidup seperti ini. Aku juga tak pernah membayangkan kegagalan dalam berrumah tangga terjadi padaku. Tapi ini semua harus aku lalui dengan tanpa tapi. Pernikahanku yang berumur kurang dari 4 tahun harus gagal. Bukan karena apa, tapi ini pilihan. Jalan hidup yang harus kupilih dengan sangat terpaksa. Bukan tidak sayang kepada anak, bukan karena ego orang tua semata. Sepasang suami istri ibaratkan suatu pakaian yang harus saling melengkapi. Istri menjadi pakaian suami dan begitu juga sebaliknya. Jika salah satu darimu tidak bisa lagi menjadi pakaian untuk yang lain, apakah yang harus dilakukan? Jika semua dibilang berawal dari salah pilih pasangan, well... time is over. Semua sudah berlalu. Mungkin iya salah pilih pasangan,tapi setelah menikah mengapa dia enggan berbenah kalau memang dia salah sebelumnya? Berbagai upaya sudah dilakukan, sampai aku merasa benar-benar berjuang sendirian. Hubungan kami tidak harmonis sejak putr...