Entahlah... Aku begitu yakin denganmu... Setiap kali aku ingin pergi kamu hadir. Tapi sebaliknya, saat aku membutuhkanmu kamu tak ada. Tapi setiap kali hati ini berpasrah, atas semua ketetapanNya, berpasrah atas segala rasa yang datang tak pernahpermisi kamu selalu hadir. Yang membuatku gagal move on... Aku kok membayangkan hidup bersamamu nanti, mendidik dan mengasuh Mia, yang semoga saja mendidik dan mengasuh adiknya Mia juga nanti. Dan aku berharap kamu bisa menyayangi Mia seperti menyayangi anak kandungmu sendiri. Dan kamu bisa menjadi figur ayah yang baik untuk Mia, itu harapku padamu mas. Yang membuatku begitu meyakinimu adalah duluuu kala kamu seolah-olah menyayangi Mia, bahkan saat kita belum pernah terjerumus dalam perasaan yang begitu dalam Kamu menyayangi Mia dan memberikan perhatian kepada Mia melebihi ayahnya sendiri. Itu yang membuatku yakin Semoga saja nanti dan seterusnya begitu andaikan kita memang berjodoh. Tapi aku tak ingin menghubungimu mas, bagiku beb...